Diyana Kaseharom
Hanya perempuan biasa









was posted at 15:38 0 COMMENTS
dipetik dari : novel travelog cinta abadi , Roza Roslan

Gatal . Kulit kepala terasa begitu .
Terasa ada sesuatu yang merayap-rayap di atas kepala . Gigitan yang amat gatal sekali . Sesekali , apabila tiada orang yang melihat , saya akan menggaru kepala semahu-mahunya . Opsss...kadang-kadang terselit ibu kutu di celah kuku .

Puas !

Suatu hari , pegawai dari Pusat Kesihatan Kecil Jementah datang ke sekolah . Beliau menceritakan yang wabak kutu sedang berleluasa di sekolah-sekolah . 'Misi'(jururawat) panggilan kami kepada beliau bersungguh-sungguh bercerita apa yang berlaku apabila kutu menginap di kepala .

Apabila misi bertanya ,

"Siapa yang ada kutu ?"

Tiada seorang pun yang mengangkat tangan .

"Siapa yang kepalanya gatal ?"

Semuanya diam . Tiada seorang pun yang mengaku . Malu .

Padahal , jauh di sudut hati , saya terfikir , Allah tahu apa yang berbisik di dalam hati dan apa yang tersembunyi di dalam dada . Cuma ia tidak terlontar dengan kata-kata . Sama ada kami mengaku ataupun tidak , hampir setiap murid perempuan dibekalkan dengan sebotol ubat kutu .

"Cuci rambut kamu menggunakan ubat ini . Kemudian , minta ibu bapa kamu belikan sikat kutu ."

"Misi betulkah kutu bersayap dan boleh bawa kita terbang ke atas pokok kayu ?"

"Siapa kata ?"

"Nenek saya kata ."

Semua spontan ketawa . Saya menyesal bertanya .

Soalan bodoh !

Pada cuti hujung minggu , saya melakukan operasi membanteras kutu . Selepas mencuci dan membersihkan rambut , saya menyikat rambut dengan sikat khas bagi kutu . Kutu jatuh bergolek satu-persatu . Besar dan hitam . Sikat dan sikat lagi sehingga terasa perit kulit kepala . Sedang saya asyik menyikat , saya terdengar emak bertanya ,

"Awak ada kutu ? mari sini emak tengok ."

Emak meletakkan kepala saya diatas pehanya . Emak mengurai rambut saya sehelai demi sehelai . Emak raut telur-telur kutu yang ada satu-persatu tanpa jemu . Hari ini , emak batalkan rancangan mengikut abah pergi ke kebun .

Saya sebak .

Hati dan perasaan menghayati belaian tangan emak yang lembut dan penuh kasih sayang . Betapa tangan itu sudah lama terlupa membelai kepala anaknya . Betapa anak nakal ini sudah lama merindui belaian tangan itu .

Diam-diam saya melihat bagaimana Allah mendatangkan kutu yang jahat tetapi memberikan kebaikan yang tersirat di sebalik kehadirannya .

"maka tersenyumlah Nabi Sulaiman mendengar kata-kata semut itu dan berdoa , 'Ya Tuhanku , berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmatMu yang telah engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua ibubapaku , dan bagi mengerjakan amal soleh yang engkau redhai , dan masukkanlah aku dengan rahmatMu kedalam golongan hamba-hambaMu yang soleh ."(Surah an-naml,ayat 19)
Dalam diam , perlahan-lahan hati anak yang nakal lagi keras ini mencair . Perlahan-lahan ada air mata bergenang di kelopak mata . Saya cuba menahan . Namun , ia tumpah secara tidak sengaja di atas peha emak .

"Kenapa ? Sakitkah ? Kuat sangatkah emak tarik rambut kamu ?"

"Tidak emak . Ada rambut masuk dalam mata saya ."

Kutu membuat kulit kepala saya gatal . Kutu adalah ciptaan Allah yang jahat dan tidak berguna . Tidak . Tidak begitu . Emak membelai rambut saya kerana kehadiran kutu .

Saya bersyukur kerana kutu singgah di kepala !












POWERED BY DYANA KASEHAROM